Israel telah menahan hampir 800 jenazah warga Palestina sejak tahun 1967, termasuk banyak perempuan dan anak-anak, kata sebuah kelompok pengawas Palestina, Rabu.
Statistik tersebut dimasukkan dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga yang peduli dengan tahanan Palestina dan Kampanye Nasional Palestina untuk Pengambilan Jenazah Martir dan Pengungkapan Nasib Orang Hilang, sebuah organisasi non-pemerintah.
Pernyataan itu dikeluarkan pada malam Hari Nasional Palestina untuk Pemulihan Jenazah Para Martir Palestina dan Arab.
“Masalah penahanan jenazah para syuhada dan orang hilang tetap menjadi salah satu kasus paling menonjol yang terkait dengan pelanggaran Israel, karena hal ini membuat keluarga Palestina tidak bisa mengetahui nasib orang yang mereka cintai, mengucapkan selamat tinggal, dan menguburkan mereka,” bunyi pernyataan itu.
Ia menambahkan bahwa informasi yang tersedia, berdasarkan laporan media Israel, menunjukkan bahwa Israel terus menahan sisa-sisa sekitar 1.700 warga Palestina.
Menurut pernyataan itu, tim kampanye dan lembaga terkait telah mengidentifikasi 799 orang yang jenazahnya masih ditahan.
Yang terbaru adalah Fathi Khazem, seorang komandan dari Jenin yang dibunuh pekan lalu oleh pasukan Israel di dalam rumahnya dan jenazahnya belum dibebaskan oleh otoritas Israel, tambahnya.
Pernyataan tersebut menekankan bahwa angka tersebut belum final karena kesulitan dalam mendokumentasikan jumlah orang hilang – terutama di Jalur Gaza yang terkepung, dimana ribuan orang .....selengkapnya
