Panglima militer Pakistan, Asim Munir, telah bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di Teheran, televisi pemerintah melaporkan, ketika Islamabad mencoba menengahi resolusi perang di Timur Tengah.
Pertemuan itu terjadi setelah Presiden AS Donald Trump berbicara pekan lalu dengan Munir, kata sumber AS yang mengetahui masalah tersebut kepada AFP pada Senin pagi.
Munir mengatakan proses diplomasi harus didiskusikan dan diperiksa dengan “ketelitian dan kehati-hatian” untuk mencapai tujuan bersama dan mencapai kesepakatan yang komprehensif.
“Pakistan akan terus melanjutkan peran fasilitasinya,” katanya, seraya menambahkan bahwa mengakhiri krisis saat ini dapat membuka “babak baru kerja sama komprehensif” yang berfokus pada rekonstruksi, pembangunan regional, dan keamanan kolektif.
Munir mengatakan dia akan melanjutkan upayanya untuk memulihkan stabilitas di kawasan, menurut penyiar tersebut.
Pakistan telah memainkan peran penting dalam upaya menghentikan konflik antara Iran dan Amerika Serikat, dengan menjadi perantara nota kesepahaman pada bulan Juni, namun negosiasi perdamaian saat ini tampaknya terhenti.
Munir juga bertemu di Teheran dengan ketua parlemen Iran dan kepala perunding Mohammad Bagher Ghalibaf, serta Mohsen Rezaei, kepala badan keamanan nasional tertinggi negara itu, menurut televisi pemerintah Iran.
Kementerian luar negeri Iran mengatakan pada hari Minggu bahwa kunjungan Munir akan menjadi bagian dari “upaya berkelanjutan Pakistan untuk membantu mengkonsolidasikan perdamaian dan keamanan di kawasan”.