Tentara Israel menghadapi kekurangan anggaran yang melemahkan kesiapan militernya, kata Kepala Staf Eyal Zamir pada Kamis.
“Sayangnya, saat ini kita juga menghadapi tantangan terkait anggaran IDF,” kata Zamir dalam penilaian situasi multi-front, menurut pernyataan militer.
"Pada saat IDF dan personelnya beroperasi di semua lini, kita harus menghadapi kekurangan dana. Situasi seperti ini merugikan kesiapan IDF," ujarnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah perselisihan antara Kementerian Pertahanan dan Kementerian Keuangan Israel mengenai pendanaan tambahan untuk militer.
Media Israel melaporkan bulan ini bahwa tentara menghadapi kekurangan anggaran sekitar 40 miliar shekel ($12,3 miliar), sebagian besar disebabkan oleh biaya operasional yang terus berlanjut dan biaya tugas cadangan.
Sengketa pendanaan juga berdampak pada program pengadaan militer, termasuk rencana akuisisi jet tempur dan amunisi.
Anggaran pertahanan Israel pada tahun 2026 awalnya ditetapkan sekitar 143 miliar shekel, termasuk pendanaan untuk operasi militer, menurut Knesset.