Dunia

MYMEMORY WARNING: YOU USED ALL AVAILABLE FREE TRANSLATIONS FOR TODAY. NEXT AVAILABLE IN 10 HOURS 39 MINUTES 34 SECONDS VISIT HTTPS://MYMEMORY.TRANSLATED.NET/DOC/USAGELIMITS.PHP TO TRANSLATE MORE

Tanggal asli: 27 Agustus 2026 06:09 Sumber: TRT World
MYMEMORY WARNING: YOU USED ALL AVAILABLE FREE TRANSLATIONS FOR TODAY. NEXT AVAILABLE IN 10 HOURS 39 MINUTES 34 SECONDS VISIT HTTPS://MYMEMORY.TRANSLATED.NET/DOC/USAGELIMITS.PHP TO TRANSLATE MORE

Banjir bandang di Nepal telah menewaskan sedikitnya 160 orang, sementara lebih dari 680 wisatawan, pelancong, pekerja, dan penduduk lokal dilaporkan hilang. Setidaknya 19 jembatan tersapu, dan 40 kilometer jalan rusak, serta 13 proyek pembangkit listrik tenaga air, menurut perkiraan pemerintah Nepal. Menurut perkiraan pemerintah Nepal, menurut perkiraan pemerintah Nepal, 44 personel militer, 28 petugas polisi, dan 13 polisi bersenjata, serta 60 pegawai sipil bekerja di proyek tersebut. proyek pembangkit listrik tenaga air, juga hilang. Penilaian awal memberikan kemungkinan penjelasan atas gelombang tiba-tiba yang menyebabkan kerusakan luas di sepanjang sungai Lhende dan Bhotekoshi. Analisis citra satelit Planet Labs menunjukkan bahwa tanah longsor salju dan batu di dekat perbatasan Nepal-Tiongkok memicu banjir yang dipenuhi puing-puing di Sungai Lhende, meskipun pihak berwenang terus melakukan penilaian terhadap bencana tersebut dan dampak keseluruhannya, menurut Otoritas Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Nasional Nepal. Berikut beberapa gambarnya:

Baca Sumber Asli