New York, 26 Agustus (QNA) - Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan bahwa gencatan senjata di Gaza masih rapuh, sementara situasi di Tepi Barat yang diduduki terus memburuk.
Saat berbicara pada pertemuan Dewan Keamanan PBB, Ramiz Alakbarov, Wakil Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, mengatakan bahwa penduduk Gaza terus menghadapi kondisi yang tak tertahankan dan penderitaan yang luar biasa, dan menekankan perlunya menerapkan sepenuhnya peta jalan yang terdiri dari 15 poin.
Dia mengatakan langkah-langkah tersebut harus membuka jalan bagi proses politik untuk mengakhiri pendudukan ilegal, mewujudkan penentuan nasib sendiri Palestina dan memajukan solusi dua negara.
Ia juga menyerukan implementasi segera Resolusi Dewan Keamanan 2803.
Alakbarov menekankan perlunya memulihkan layanan penting di Gaza, termasuk layanan kesehatan, sanitasi dan pengelolaan limbah, serta memperingatkan akan berlanjutnya pembatasan pasokan kemanusiaan dan pendanaan yang tidak mencukupi.
Di Tepi Barat, ia mengutuk meluasnya serangan pemukim dan kurangnya akuntabilitas, serta mendesak Israel, sebagai kekuatan pendudukan, untuk melindungi warga sipil dan meminta pertanggungjawaban pelaku.
Dia juga mengecam laporan masuknya paksa oleh otoritas Israel ke pusat pelatihan UNRWA di Yerusalem Timur, dan menyerukan diakhirinya upaya untuk merebut atau mengendalikan fasilitas UNRWA. (QNA)