Gerakan Hamas mengecam keputusan Israel untuk memperluas wilayah pengaruh permukiman di Tepi Barat yang diduduki, dan menyebutnya sebagai upaya yang disengaja untuk merebut lebih banyak tanah Palestina dan mempercepat perpindahan warga Palestina.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu, Hamas memperingatkan bahwa peningkatan aneksasi tanah oleh pendudukan Israel di Tepi Barat bertujuan untuk secara sistematis mengurangi populasi wilayah Palestina dan mengubahnya menjadi daerah kantong yang terisolasi.
Hamas menekankan bahwa proyek pemukiman Israel tidak akan memberikan kedaulatan atas tanah Palestina maupun keamanan dan stabilitas jangka panjang.
Gerakan ini menyerukan masyarakat internasional untuk tidak hanya sekedar retorika, meminta pertanggungjawaban Israel, dan menegakkan kepatuhan terhadap hukum internasional untuk mengekang perluasan pemukiman.
Otoritas pendudukan Israel pada hari Selasa menyetujui 18 “wilayah pengaruh” pemukiman ilegal baru di Tepi Barat yang diduduki, membuka jalan bagi perluasan pemukiman di masa depan.