Sebuah stand promosi yang didirikan oleh tentara Israel di Universitas Columbia di New York dengan pertanyaan, "Kami sudah berada di Gaza. Tanyakan apa saja kepada kami!" telah memicu kritik dari mahasiswa dan aktivis pro-Palestina.
Gambar yang beredar di media sosial menunjukkan sebuah meja ditutupi dengan bendera Israel dan sebuah tanda bertuliskan: "Kami adalah IDF. Kami sudah berada di Gaza. Tanyakan apa saja kepada kami!"
Acara ini menuai kritik dari akun advokasi dan aktivis Palestina, yang mempertanyakan keputusan sekolah tersebut yang mengizinkan tentara yang pernah bertugas di Jalur Gaza untuk mempromosikan pengalaman mereka di kampus.
Outlet media Eye on Palestine di perusahaan media sosial AS X menggambarkannya sebagai “provokatif” dan menuduh universitas tersebut menciptakan “lingkungan intimidasi” bagi mahasiswa pro-Palestina.
“Penempatan publik ini terjadi di tengah gelombang kemarahan yang meluas di kalangan mahasiswa dan aktivis, yang mengecam membiarkan tentara yang menghadapi tuduhan genosida dan kejahatan perang membual tentang tindakan mereka tanpa pencegahan,” tulisnya.
Kritikus juga memperbarui tuntutan agar Kolombia mengungkapkan hubungan keuangannya dan melakukan divestasi dari perusahaan-perusahaan yang terkait dengan Israel.
Universitas Columbia telah menjadi pusat protes kampus AS karena perang Israel di Gaza sejak tahun 2024, ketika sebuah perkemahan pro-Palestina di sekolah tersebut memicu demonstrasi serupa di universitas-universitas di seluruh negeri.
Universitas tersebut kemudian menghadapi pengawasan ketat atas penanganan protes tersebut, dengan kelompok pro-Palestina menuduh para administrator menekan aktivisme, sementara mahasiswa dan organisasi Yahudi menyampaikan kekhawatiran tentang antisemitisme dan keamanan kampus.