Korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan 7,4 skala Richter yang melanda Kolombia bagian barat telah meningkat menjadi 331 orang, menurut laporan terbaru yang dirilis pada hari Selasa oleh Unit Nasional Manajemen Risiko Bencana (UNGRD).
Badan tersebut mengatakan 240 orang masih hilang, sementara 4.449 orang terluka dan 364 orang berhasil diselamatkan hidup-hidup. Secara total, 406.273 orang dari 188.034 keluarga telah resmi terdaftar sebagai korban di 494 kota di 16 dari 32 departemen di Kolombia.
Gempa bumi yang terjadi pada 10 Agustus pukul 7.34 pagi waktu setempat (1234GMT) merupakan peristiwa seismik terkuat yang melanda Kolombia pada abad ini. Pusat gempa terletak dekat San Jose del Palmar di departemen Choco Pasifik pada kedalaman menengah sekitar 110 kilometer.
Bencana ini telah menyebabkan kerusakan parah pada rumah-rumah dan infrastruktur umum di Kolombia bagian barat. Menurut angka yang diberikan oleh UNGRD pada hari Selasa, 33,275 rumah telah hancur total, sementara 185,889 lainnya mengalami kerusakan.
Kesehatan, pendidikan dan layanan penting juga sangat terkena dampaknya. UNGRD melaporkan kerusakan pada 376 puskesmas, 3.819 fasilitas pendidikan, dan 4.337 fasilitas masyarakat.
Infrastruktur transportasi dan air mengalami gangguan yang signifikan, dengan 440 jalan, 74 jembatan kendaraan, 17 jembatan penyeberangan, lima bandara dan 119 sistem pasokan air terkena dampaknya.
Gempa bumi juga telah menimbulkan korban jiwa, dengan 2.149 orang terkena dampak dan 2.949 orang berhasil diselamatkan, menurut penilaian terbaru.
UNGRD mengatakan angka tersebut masih bersifat sementara dan sedang dikonsolidasikan oleh otoritas lokal dan lembaga operasional seiring dengan berlanjutnya tanggap darurat dan penilaian kerusakan.