Presiden AS Donald Trump telah menyerahkan perjanjian kerja sama nuklir penting dengan Arab Saudi kepada Kongres untuk ditinjau, The Wall Street Journal melaporkan.
Mengutip seorang pejabat pemerintah, WSJ mengatakan Trump belum mengabaikan permintaannya agar Arab Saudi menormalisasi hubungan dengan Israel, sebuah kondisi yang mempersulit upaya untuk menyelesaikan perjanjian strategis yang lebih luas dengan Riyadh.
Perjanjian nuklir berdurasi 30 tahun itu diumumkan oleh pemerintahan Trump bulan lalu.
Berdasarkan perjanjian tersebut, perusahaan-perusahaan AS akan memainkan peran penting dalam pengembangan infrastruktur nuklir Arab Saudi, dengan pengaturan yang dirancang untuk mengecualikan pesaing asing dari sebagian besar pekerjaan tersebut.
Menurut laporan itu, kesepakatan itu secara resmi diserahkan ke Kongres pada hari Senin sebagaimana diwajibkan berdasarkan hukum AS.
Anggota parlemen sekarang memiliki kesempatan untuk meninjau kembali perjanjian tersebut dan mungkin berupaya untuk memblokirnya.
Kongres perlu mengeluarkan resolusi bersama yang menentang perjanjian tersebut, dan anggota parlemen memerlukan dua pertiga mayoritas di kedua kamar untuk mengesampingkan potensi veto presiden.