Timur Tengah

Trump mengumumkan penghapusan ranjau di Selat Hormuz dan memperingatkan Iran agar tidak menggunakan ranjau baru

Tanggal asli: 26 Agustus 2026 00:36 Sumber: TRT World
Trump mengumumkan penghapusan ranjau di Selat Hormuz dan memperingatkan Iran agar tidak menggunakan ranjau baru

Presiden AS Donald Trump telah mengatakan bahwa semua ranjau telah diledakkan atau dipindahkan dari perairan internasional di Selat Hormuz dan bahwa Iran telah diberitahu bahwa setiap kapal atau perahu yang memasang ranjau baru akan dihancurkan. Dalam sebuah postingan di Truth Social pada hari Selasa, Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat, melalui Angkatan Luar Angkasa, mengawasi "setiap inci persegi" Selat tersebut, jalur air utama dalam rantai pasokan energi global. "Ada kebijakan Nol Toleransi terhadap penempatan ranjau dengan kekuatan dan efek penuh," kata Trump. AS dan Iran belum melakukan serangan udara terhadap militer satu sama lain selama berminggu-minggu, namun serangan terhadap kapal di Selat Hormuz terus berlanjut karena kedua belah pihak bersaing untuk menguasai jalur maritim yang sempit tersebut. Transit minyak melalui selat tersebut mencapai lima juta barel per hari pada hari Senin, menurut data sementara dari pelacak kapal Vortexa, turun dari lebih dari 20 juta barel per hari sebelum perang atau sekitar satu dari setiap lima barel yang dikonsumsi di seluruh dunia. Iran, Oman membahas kerangka kerja Sementara itu, para menteri luar negeri Iran dan Oman mengatakan mereka membahas kerangka kerja untuk koridor sementara melalui Selat Hormuz dan proyek pembersihan ranjau di jalur air yang berbatasan dengan kedua negara tersebut. Kedua negara telah berusaha untuk mengatur transit melalui Selat Hormuz, seperti yang tertulis dalam nota kesepahaman AS-Iran, setelah jalur air tersebut menjadi titik nyala dalam perang Timur Tengah. Menteri Luar Negeri Oman Badr al-Busaidi dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi "membahas kerangka kerja bertahap yang dapat memberikan kerangka kerja yang praktis dan dapat diterapkan kerangka kerja tersebut “mencakup pembentukan koridor navigasi sementara bersama melalui Selat Hormuz dan kesepakatan untuk melaksanakan proyek bersama untuk membersihkan Selat dari ranjau,” tambah pernyataan itu. Negosiasi teknis akan terus menemukan “koridor navigasi permanen dan administrasi Selat di masa depan, serta mekanisme untuk berbagi informasi, manajemen lalu lintas, dan penyediaan layanan navigasi dan keamanan yang relevan”, tambahnya. Kedua belah pihak mengatakan hal itu Penting untuk mengadakan diskusi bersama dengan negara-negara yang berbatasan dengan perairan Teluk.

Baca Sumber Asli