Tiga warga Palestina terluka pada hari Selasa dalam serangan penjajah Israel di Tepi Barat yang diduduki, yang juga melibatkan pencurian ternak dan kerusakan infrastruktur listrik, menurut media Palestina.
Kantor berita resmi Palestina, Wafa, melaporkan tiga warga Palestina menderita memar dan luka setelah penjajah Israel menyerang mereka di kota Za'atara, sebelah timur Betlehem di Tepi Barat selatan.
Penjajah Israel menyerang rumah-rumah warga Palestina dan memukuli beberapa warga, menyebabkan tiga orang terluka dan memerlukan perawatan di rumah sakit, kata badan tersebut, seraya menambahkan bahwa para penyerang juga mencuri beberapa domba.
Dalam insiden terpisah di Tepi Barat bagian utara, penjajah Israel merusak tiang listrik di kota Burin, selatan Nablus, dalam serangan kedua dalam seminggu.
Wafa mengatakan penjajah Israel memutus beberapa tiang listrik yang memasok listrik ke rumah keluarga Sufan di kota tersebut, yang terletak di dekat pemukiman ilegal Yitzhar.
Para penjajah, didampingi oleh pasukan Israel, juga memasuki kota Madama, di mana mereka memprovokasi warga sebelum menghancurkan sebuah tugu peringatan, tambah badan tersebut.
Pada hari Senin, Komisi Kolonisasi dan Perlawanan Tembok Palestina mengatakan serangan penjajah Israel meningkat sebesar 63% selama tujuh bulan pertama tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025.
Komisi tersebut mendokumentasikan 4.113 serangan yang dilakukan oleh penjajah Israel selama periode tersebut, naik dari 2.524 dalam tujuh bulan pertama tahun lalu, atau meningkat sebesar 1.589 insiden.
Tepi Barat yang diduduki telah menyaksikan peningkatan serangan militer Israel dan serangan penjajah Israel terhadap warga Palestina sejak pecahnya perang Gaza pada Oktober 2023.