Kantor Media Pemerintah (GMO) di Gaza mengecam diamnya komunitas internasional atas kejahatan dan pelanggaran yang dilakukan Israel di Jalur Gaza, dan menekankan bahwa anak-anak dan warga sipil terus menjadi sasaran pelanggaran terus-menerus terhadap perjanjian gencatan senjata.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, GMO menuduh rezim pendudukan Israel secara terang-terangan menentang komunitas internasional dengan terus melakukan kejahatan dan pelanggaran di Gaza, dan meminta tanggung jawab penuh, secara hukum, moral, dan sejarah, atas genosida dan serangan terhadap warga sipil, anak-anak, dan masjid yang sedang berlangsung.
“Jumlah anak-anak yang terbunuh sejak dimulainya perang telah melebihi 21.500, jumlah korban jiwa yang mencerminkan skala bencana kemanusiaan yang disebabkan oleh agresi berkelanjutan Israel terhadap Gaza,” kata GMO.
“Israel telah menargetkan 1.244 masjid dari 1.275 masjid di seluruh Gaza, termasuk 1.077 yang hancur total, sebagai bagian dari perang skala besar terhadap warga sipil, tempat ibadah, dan fasilitas sipil,” tambah GMO.
GMO mendesak para mediator untuk mengambil tindakan tegas dan mengambil sikap tegas untuk menghentikan pelanggaran gencatan senjata Israel di Gaza dan menegakkan kepatuhan penuh terhadap perjanjian tersebut.
Tentara pendudukan Israel melancarkan gelombang serangan besar-besaran di Gaza pada hari Senin, menewaskan dan melukai banyak orang, termasuk anak-anak, sambil mengeluarkan perintah evakuasi baru yang menargetkan keluarga pengungsi yang tinggal di wilayah tengah.