Palestina

Arab Saudi, Prancis mendukung negara Palestina, menyerukan penarikan Israel dari Lebanon

Tanggal asli: 25 Agustus 2026 10:39 Sumber: Anadolu Agency - Middle East
Arab Saudi, Prancis mendukung negara Palestina, menyerukan penarikan Israel dari Lebanon

Arab Saudi dan Prancis menegaskan kembali dukungan terhadap negara Palestina dan menyerukan Israel untuk menarik diri dari seluruh wilayah Lebanon, menurut pernyataan bersama yang dikeluarkan Senin di akhir kunjungan kenegaraan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman ke Prancis.

Pernyataan tersebut menyusul pembicaraan antara bin Salman dan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris, di mana mereka juga memimpin pertemuan pertama Dewan Kemitraan Strategis Saudi-Prancis.

Kedua pemimpin menekankan pendekatan bersama terhadap stabilitas regional berdasarkan kedaulatan negara, hukum internasional dan solusi politik dan diplomatik terhadap konflik.

Mengenai Palestina, Riyadh dan Paris dengan tegas menolak upaya untuk melemahkan hak rakyat Palestina untuk mendirikan negara merdeka sesuai perbatasan tahun 1967 dan menyerukan diakhirinya kebijakan pemukiman Israel dan kekerasan yang dilakukan oleh penjajah Israel, dengan mengatakan bahwa hal tersebut mengancam solusi dua negara.

Mereka juga menekankan perlunya menciptakan kondisi gencatan senjata yang berkelanjutan di Gaza dan memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan yang mendesak, aman dan tanpa hambatan.

Kedua belah pihak menyambut baik pengumuman perjanjian pelucutan senjata Hamas dan menyerukan penerapannya sambil menegaskan kembali komitmen mereka terhadap Deklarasi New York dan mendukung reformasi Otoritas Palestina serta rencana pemilihan presiden dan legislatif.

Mengenai Lebanon, Arab Saudi dan Perancis sepakat untuk mengintensifkan upaya menuju penyelesaian akhir, memperkuat lembaga-lembaga negara dan menjaga kedaulatan negara dan integritas wilayah.

Mereka juga menyerukan penerapan penuh Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, perlucutan senjata sepenuhnya terhadap semua kelompok bersenjata di luar kendali negara dan penarikan Israel dari seluruh wilayah Lebanon.

Kedua negara juga menegaskan kembali dukungan terhadap Angkatan Bersenjata Lebanon dan badan keamanan.

Mengenai Iran, Riyadh dan Paris menekankan perlunya solusi negosiasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan menegaskan kembali dukungan diplomasi untuk memastikan sifat damai dari program nuklir Teheran.

Mereka juga meminta Iran untuk melanjutkan kerja sama penuh dengan Badan Energi Atom Internasional.

Pernyataan tersebut juga mengutuk serangan terhadap kapal dan ancaman terhadap navigasi di Selat Hormuz dan menyerukan agar pelayaran kembali ke kondisi sebelum AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari, termasuk kebebasan navigasi dan perjalanan tanpa biaya atau batasan langsung atau tidak langsung.

Mengenai Suriah, kedua negara menegaskan kembali komitmen mereka terhadap persatuan, stabilitas, dan pemulihan ekonomi negara tersebut, serta menekankan pentingnya institusi yang kuat dan investasi yang lebih besar.

Mereka menyambut baik pembentukan Dewan Bisnis gabungan Saudi-Suriah-Prancis dan menyoroti potensi Suriah untuk menjadi jembatan yang menghubungkan Eropa, Teluk, dan Asia.

Mengenai Yaman, Riyadh dan Paris menegaskan kembali dukungannya terhadap Dewan Pimpinan Presiden dan upaya PBB menuju penyelesaian yang komprehensif.

Mereka mengutuk serangan Houthi terhadap infrastruktur sipil dan fasilitas vital di Arab Saudi serta serangan terhadap pelayaran komersial, seraya menegaskan kembali komitmen mereka terhadap kebebasan navigasi.

Prancis juga menyatakan solidaritas penuhnya dengan Arab Saudi dan menolak serangan di wilayahnya.

Mengenai Sudan, kedua belah pihak menyerukan upaya intensif untuk mengakhiri krisis dan menghentikan campur tangan asing sambil menjaga kedaulatan, integritas wilayah, dan institusi negara.

Arab Saudi dan Prancis juga sepakat untuk memperdalam kerja sama pertahanan, termasuk di bidang persenjataan dan pelatihan.

Dalam kunjungan tersebut, kedua negara menandatangani perjanjian dan nota kesepahaman yang mencakup pertahanan, kesehatan, kecerdasan buatan, teknologi baru, dan .....selengkapnya

Baca Sumber Asli