Palestina

Pasukan Israel menangkap 17 warga Palestina saat penjajah memperluas pos terdepan di Tepi Barat

Tanggal asli: 24 Agustus 2026 17:18 Sumber: Anadolu Agency - Middle East
Pasukan Israel menangkap 17 warga Palestina saat penjajah memperluas pos terdepan di Tepi Barat

Pasukan Israel menangkap 17 warga Palestina pada hari Senin dalam penggerebekan di Tepi Barat yang diduduki, termasuk putra Fathi Khazem, yang dibunuh oleh tentara Israel di Jenin pada hari Jumat, sementara penjajah membawa rumah mobil baru untuk memperluas pos terdepan di dekat Nablus.

Di provinsi Nablus, pasukan Israel menangkap enam warga Palestina dari kota Zita Jamma’in dan Qusin, kantor berita Palestina Wafa melaporkan.

Mengutip sumber lokal dan keamanan, Wafa mengatakan pasukan Israel menyerbu kota Zita Jamma'in, Qusin, Tell dan Salem, menyerbu dan menggeledah rumah.

Di desa Tell, penjajah Israel menyerang beberapa rumah warga Palestina di wilayah barat, kata sumber lokal kepada Anadolu.

Sumber tersebut mengatakan bahwa penghuni juga membawa rumah mobil baru ke sebuah pos terdepan di dekat desa Burin untuk memperluasnya, setelah sebelumnya menempatkan beberapa unit di daerah tersebut.

Di provinsi Jenin, pasukan Israel menangkap tiga warga Palestina, termasuk Hammam, putra Fathi Khazem, setelah menggerebek rumahnya di lingkungan Al-Almaniya di kota Jenin, kata sumber setempat kepada Anadolu.

Pada hari Jumat, pasukan Israel menggerebek rumah Fathi Khazem di dekat bundaran utama di pusat Jenin, menembakinya dan mencegah ambulans mencapainya sebelum menahan jenazahnya, menurut Wafa.

Pasukan Israel juga menyerbu kota Meithalun, Arraba dan Ya’bad di provinsi Jenin, menyebar melalui jalan-jalan dan lingkungan sekitar, tanpa ada laporan penangkapan tambahan.

Di Tulkarem, di barat laut Tepi Barat, pasukan Israel menangkap seorang warga Palestina setelah menggerebek rumahnya di pinggiran Iktaba di timur kota tersebut, sehingga jumlah total tahanan sejak Senin pagi menjadi 10 orang.

Tentara juga menyerbu kota Deir al-Ghusu, sebelah utara Tulkarem, di mana mereka menggerebek rumah-rumah dan melakukan interogasi lapangan terhadap warga Palestina.

Di provinsi Tubas, pasukan Israel menyerbu kawasan Al-Faraa di selatan kota Tubas.

Di Ramallah, pasukan Israel menutup pintu masuk barat ke kota Al-Mughayyir, di timur laut kota tersebut, mencegah kendaraan masuk atau keluar, kata sumber lokal kepada Anadolu.

Mereka juga menyerbu kamp pengungsi Al-Jalazone dan mengawal penjajah selama penggerebekan di Khirbet al-Zaytoun di desa Kafr Malik, tempat penjajah melepaskan ternak mereka ke tanah Palestina, tambah sumber tersebut.

Di Qalqilya, di bagian utara Tepi Barat, pasukan Israel mendirikan pos pemeriksaan militer di pintu masuk selatan kota, yang dikenal sebagai terowongan Habla, menghentikan kendaraan warga Palestina dan memeriksa tanda pengenal serta menghalangi pergerakan, menurut Wafa.

Pasukan Israel juga menyerbu kota Azzun, sebelah timur Qalqilya, berpatroli di jalan-jalannya dan melakukan penggerebekan serta penggeledahan, kata saksi mata kepada Anadolu.

Dalam perkembangan terpisah, pasukan Israel menangkap tiga warga Palestina dari kota Azzun di provinsi Qalqilya, kata sumber lokal kepada Anadolu.

Pasukan Israel menyerbu kota itu dari pintu masuk utama di utara dan memasuki lingkungan Al-Mansour dan Al-Shamiya, menyerbu, menggeledah dan merusak properti di beberapa rumah, sebelum melakukan penangkapan, kata sumber.

Di provinsi Hebron, di selatan Tepi Barat, pasukan Israel menangkap empat warga Palestina, termasuk tiga dari kota Sa’ir dan satu dari kota Hebron, menurut Wafa.

Pasukan Israel menggerebek dan menggeledah rumah para tahanan, Wafa melaporkan.

Secara terpisah, Wafa mengutip aktivis hak asasi manusia Aref Daraghmeh yang mengatakan pasukan Israel memaksa seorang warga Palestina dari desa Ein al-Beida, di Lembah Jordan utara, untuk menghancurkan beberapa .....selengkapnya

Baca Sumber Asli