Washington/Singapura, 24 Agustus (SANA) Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan dia akan mengumumkan paket sanksi baru terhadap Iran pada hari Senin, menggambarkannya sebagai “yang terberat dalam sejarah,” karena pembatasan pengiriman melalui Selat Hormuz terus berlanjut.
Dalam sebuah wawancara dengan CNBC, Bessent mengatakan dia akan menguraikan langkah-langkah yang direncanakan Washington pada konferensi pers, dan menambahkan bahwa sanksi tersebut adalah bagian dari apa yang dia gambarkan sebagai “isolasi ekonomi terkoordinasi terbesar dalam sejarah dunia.”
Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh Financial Times, Bessent menggambarkan langkah-langkah yang akan diambil sebagai “serangan finansial terbesar yang pernah dilakukan terhadap musuh.”
Dia mengatakan pemerintahan Presiden AS Donald Trump menuntut agar sekutu Washington dan negara-negara lain berhenti melakukan bisnis dengan Iran, dan menekankan bahwa Amerika Serikat akan berupaya untuk “menghancurkan perekonomian rezim Iran.”
Pernyataan Bessent ini menyusul pengumuman Trump pekan lalu bahwa Amerika Serikat akan melancarkan “operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah dilakukan terhadap negara mana pun” terhadap Iran. Trump juga mengancam akan memberikan sanksi finansial yang berat terhadap negara mana pun yang membantu Teheran menghindari sanksi tersebut.
Sementara itu, data awal dari perusahaan pelacakan kapal Kpler menunjukkan bahwa kurang dari 20 kapal melintasi Selat Hormuz selama akhir pekan, dengan empat kapal transit di jalur air tersebut pada hari Minggu dan 13 kapal pada hari Sabtu, menurut laporan Reuters.
Angka tersebut dapat direvisi karena beberapa kapal mematikan transpondernya saat melewati selat tersebut, sehingga mencegah kapal tersebut muncul dalam data pelacakan.
Data Kpler menunjukkan bahwa enam kapal komoditas melintasi Selat Hormuz pada 19 Agustus, turun dari sembilan kapal pada hari sebelumnya dan di bawah rata-rata 10 hari sebelumnya yaitu 11 kapal, di tengah berlanjutnya pembatasan dan risiko terhadap navigasi melalui jalur air tersebut.
N.J/M.F