Panglima militer Pakistan Asim Munir pada hari Senin berangkat ke ibu kota Iran, Teheran, untuk mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Iran.
Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Raza Naqvi juga merupakan bagian dari delegasi Pakistan yang berkunjung, kantor berita Iran, IRNA, melaporkan.
Pada hari Minggu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengumumkan bahwa Munir akan mengunjungi Teheran untuk membahas hubungan bilateral, serta upaya perdamaian regional, dengan pejabat tinggi Iran.
Pakistan telah bertindak sebagai mediator utama antara Iran dan AS selama perang yang dimulai pada 28 Februari, dan mempertahankan kontak dekat dengan kedua belah pihak.
AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman pada 17 Juni dan meluncurkan negosiasi menuju kesepakatan akhir. Namun, perundingan tersebut kemudian terhenti karena ketidaksepakatan mengenai jaminan keamanan dan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz, salah satu rute paling strategis di dunia untuk pasokan dan perdagangan energi global.
Antara tanggal 8 Juli dan 24 Juli, AS dan Iran saling melancarkan serangan militer, dengan Washington melancarkan serangan terhadap sasaran di wilayah Iran, dan Teheran membalasnya dengan menyerang fasilitas dan peralatan militer AS di beberapa negara Arab, termasuk Yordania, Bahrain, dan Kuwait.