Damaskus, 23 Agustus (SANA) Kementerian Pertahanan pada hari Minggu meluncurkan forum “Luka yang Membentuk Kemenangan” di Damaskus, yang diselenggarakan oleh Direktorat Urusan Yang Terluka sebagai bagian dari serangkaian forum yang didedikasikan untuk mendukung personel militer yang terluka di berbagai provinsi.
Forum ini bertujuan untuk memberikan perawatan kepada tentara yang terluka parah di Damaskus dan pedesaannya, memperkuat hubungan mereka dengan masyarakat, dan menghormati pengorbanan mereka selama bertahun-tahun Revolusi Suriah.
Acara ini menampilkan presentasi video yang menampilkan upaya Direktorat dalam merawat personel yang terluka sejak pembebasan, disertai dengan kegiatan interaktif, kompetisi budaya, dan pembagian penghargaan.
Pengorbanan Mereka adalah Harga Martabat
Brigadir Jenderal Ahmad Issa Al Sheikh, Asisten Menteri Pertahanan Wilayah Selatan, mengatakan luka dan pengorbanan tentara adalah harga sebenarnya dari kebebasan dan martabat, menegaskan bahwa bangsa hanya dapat bangkit melalui kepahlawanan mereka, yang menerangi jalan ke depan.
Dia menekankan bahwa pembangunan kembali negara dan lembaga-lembaganya tidak dapat dicapai tanpa tentara yang terluka, yang tekadnya sangat penting untuk membentuk masa depan Suriah.
Kesaksian Kemauan dan Kesetiaan
Brigadir Jenderal Hussein al-Taleb, Direktur Administrasi Umum Kementerian Pertahanan, mengatakan luka-luka tentara bukan sekedar tanda kesakitan tetapi simbol kemauan, kesetiaan, dan kehormatan.
Ia menambahkan, kemenangan tidak berakhir dengan perjuangan namun diawali dengan kesetiaan kepada mereka yang meraihnya.
Pria yang Pengorbanannya Membentuk Era Baru
Brigadir Jenderal Hudhayfa Al Sheikh Suleiman, Direktur Direktorat Urusan Luka, mengatakan judul forum tersebut mencerminkan pengorbanan yang membentuk babak baru dalam sejarah Suriah.
Dia menekankan bahwa Direktorat memandang misinya tidak hanya sebagai penyediaan layanan tetapi sebagai tanggung jawab nasional untuk membantu transisi tentara yang terluka dari perawatan ke partisipasi aktif.
Suleiman mencatat bahwa peluncuran forum tersebut di Damaskus dan pedesaannya menghormati pengorbanan mereka yang membuka jalan bagi pembebasan, dan forum serupa direncanakan di provinsi lain.
Perundang-undangan untuk Melindungi Veteran yang Terluka
Anggota parlemen Haitham al-Ma’sassas mengatakan upaya sedang dilakukan untuk membentuk undang-undang berkelanjutan yang menjamin hak-hak para veteran yang terluka dan penyandang disabilitas dalam pendidikan dan pekerjaan.
Ia menambahkan bahwa reformasi harus dibentuk melalui partisipasi langsung dari pihak-pihak yang berkepentingan.
Suara Orang yang Terluka
Prajurit yang terluka, Abdulrahman Zakaria, berbagi pengalamannya saat selamat dari luka tembak dan peluru di Darayya pada tahun 2013, menjelaskan bagaimana ia mengatasi trauma fisik dan psikologis melalui pelatihan, pendidikan, dan integrasi profesional, termasuk pengerjaan mosaik dan lokakarya komunitas.
Sementara itu, Mohammad Hassan, yang selamat dari serangan udara mematikan oleh rezim yang digulingkan, mengatakan bahwa ia memenangkan perjalanan umrah selama kompetisi budaya di forum tersebut, mendorong generasi muda untuk terus mengembangkan kemampuan mereka demi kebaikan negara.
Direktorat Urusan Korban Luka terus memberikan dukungan medis, rehabilitatif, dan kejuruan kepada personel militer yang terluka, membantu mengubah kemampuan mereka menjadi kontribusi aktif kepada masyarakat dan lembaga-lembaga negara.
MHD