Dua warga Palestina, termasuk seorang anak, tewas dan 14 lainnya terluka dalam serangan Israel di Jalur Gaza tengah dan selatan pada hari Minggu, menandai pelanggaran lain terhadap gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025.
Sumber medis di Rumah Sakit Martir Al-Aqsa mengatakan kepada Anadolu bahwa dua korban tewas dan tujuh lainnya terluka ketika pasukan Israel menyerang daerah di kota Az-Zawayda.
Pesawat perang itu menyerang sebuah lokasi di kota itu tak lama setelah tentara Israel mengeluarkan peringatan evakuasi.
Kru pertahanan sipil bergegas ke daerah tersebut untuk memadamkan api akibat serangan tersebut.
Di Gaza selatan, tujuh warga Palestina terluka dalam serangan udara Israel yang menargetkan pertemuan warga sipil di dekat Masjid Al-Albani, sebelah barat Khan Younis, kata sumber medis di Nasser Medical Complex.
Kapal perang Israel juga menembakkan peluru ke arah garis pantai Rafah, sementara kendaraan militer melepaskan tembakan keras ke rumah-rumah warga Palestina di Kota Hamad, barat laut Khan Younis. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Di Kota Gaza, kapal perang Israel menembakkan peluru dan peluru ke arah perahu nelayan dan garis pantai, kata para saksi mata kepada Anadolu. Tidak ada korban luka yang dilaporkan.
Serangan-serangan itu terjadi meskipun Presiden AS Donald Trump menyerukan diakhirinya serangan Israel di Jalur Gaza.
Tentara Israel telah membunuh lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 lainnya dalam serangan brutal sejak Oktober 2023.