Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan pada hari Minggu bahwa Teheran sedang dalam “perang skala penuh,” menyatakan bahwa pemerintah sedang berusaha untuk mengatasi kesulitan.
“Kita berada dalam perang ekonomi, militer dan keamanan skala penuh,” kata Pezeshkian dalam pidato yang disiarkan televisi oleh kantor berita pemerintah IRNA.
Pemerintah “malu” karena ada masalah dalam perekonomian, tambahnya.
“(Presiden AS Donald) Trump dengan mudah mengatakan bahwa mereka akan menjatuhkan sanksi yang paling keras atau paling buruk terhadap Iran,” kata Pezeshkian, seraya menambahkan bahwa Teheran “berdiri teguh” dan berusaha untuk melayani rakyat Iran di tengah apa yang disebutnya sebagai “perang yang tidak setara.”
"Musuh sudah menilai kalau Iran jatuh maka akan menjadi Venezuela. Bukan hanya tidak terjadi, tapi menjadi kekuatan yang membuat kagum dunia dengan perlawanan, solidaritas dan kohesinya," tegas Presiden.
Teheran bekerja “dengan sekuat tenaga untuk menghindari perpecahan, konflik dan ego,” katanya juga.
Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman pada bulan Juni melalui mediasi Pakistan dan Qatar, mengakhiri permusuhan yang dimulai pada bulan Februari, dan setuju untuk melakukan negosiasi menuju kesepakatan akhir.
Pembicaraan terhenti di tengah perselisihan mengenai implementasi memorandum tersebut dan pengaturan navigasi melalui Selat Hormuz, jalur penting bagi ekspor minyak dan gas global.