Sheikh Ekrima Sabri, ketua Dewan Tinggi Islam di Yerusalem, menyerukan agar peringatan serangan pembakaran Masjid Aqsa diperingati untuk mendidik generasi muda Palestina tentang sejarah situs suci tersebut dan memperingatkan akan meningkatnya ancaman terhadap kompleks tersebut.
"Memperingati hari jadi tersebut merupakan kesempatan untuk menegaskan kembali hak-hak kami atas Masjid Aqsa dan membuat suara kami didengar di seluruh dunia. Hak-hak ini tidak dapat dicabut dan tidak dapat dinegosiasikan," kata Syekh Sabri dalam sambutannya, Sabtu.
Syekh Sabri teringat bergabung dengan penduduk Yerusalem untuk memadamkan api, menggunakan air, tanah, dan peralatan apa pun yang tersedia untuk menyelamatkan Masjid.
“Pemadam kebakaran dari al‑Bireh, Ramallah, Bethlehem, dan al-Khalil datang terlambat, dan terhambatnya kedatangan mereka merupakan salah satu indikator kesalahan Israel,” tambah Sheikh Sabri.
“Kenangan kebakaran tidak akan terlupakan selama Masjid Aqsa terus menghadapi ancaman,” tegasnya.
Dia mendesak warga Palestina untuk terus membela Masjid Aqsa dan melindungi nilai-nilai agama dan sejarahnya.