Timur Tengah

Pemulihan kilang Pars Selatan Fase 14 Iran telah selesai 70% setelah serangan Israel

Tanggal asli: 22 Agustus 2026 23:16 Sumber: Anadolu Agency - Middle East
Pemulihan kilang Pars Selatan Fase 14 Iran telah selesai 70% setelah serangan Israel

Iran telah memulihkan 70% kapasitas produksi di kilang Fase 14 di ladang gas South Pars, yang rusak akibat serangan Israel tahun lalu, kata seorang pejabat senior energi pada Sabtu.

Touraj Dehghani, direktur pelaksana Perusahaan Minyak dan Gas Pars, mengatakan rekonstruksi dimulai segera setelah serangan 14 Juni 2025, menurut kantor berita negara IRNA.

Dehghani mengatakan tiga kereta produksi yang rusak dapat kembali beroperasi dalam waktu kurang dari 10 hari.

Dia mengatakan pemulihan kapasitas kilang telah mencapai 70%, dengan sisa produksi yang rusak diperkirakan akan kembali beroperasi pada akhir tahun kalender Iran pada bulan Maret 2027.

Dehghani juga mengatakan empat kilang South Pars rusak selama perang 40 hari terakhir, yang dimulai pada 28 Februari.

Dia mengatakan Perusahaan Minyak Nasional Iran dan Perusahaan Minyak dan Gas Pars ditugaskan untuk membangun kembali kilang ketiga dan kelima, yang mengalami kerusakan lebih parah.

Operasi keselamatan dan pembersihan puing-puing di kedua fasilitas tersebut selesai dalam waktu kurang dari dua bulan, sementara pekerjaan rekonstruksi terus berlanjut, tambahnya.

Perkiraan awal menunjukkan bahwa pembangunan kembali fasilitas tersebut akan memakan waktu setidaknya tiga tahun, namun Dehghani mengatakan Iran berupaya untuk mengembalikan beberapa kereta produksi ke layanan pada akhir tahun ini dan menyelesaikan rekonstruksi dalam waktu dua tahun.

South Pars adalah bagian Iran dari ladang gas alam non-asosiasi terbesar di dunia, yang digunakan bersama dengan Qatar, yang dikenal sebagai Ladang Utara, dan merupakan sumber utama produksi gas alam Iran.

Fase 14 dirancang untuk memproses sekitar 56,6 juta meter kubik gas per hari, menghasilkan sekitar 50 juta meter kubik gas manis dan 75,000 barel kondensat gas setiap hari, menurut data Pars Oil and Gas Company.

Serangan pesawat tak berawak Israel menargetkan Fase 14 Pars Selatan di provinsi Bushehr selatan Iran pada 14 Juni 2025, menyebabkan kebakaran di fasilitas tersebut.

​​​​​​Serangan itu terjadi selama konflik 12 hari, yang dimulai dengan serangan Israel ke Iran pada 13 Juni 2025. AS kemudian memasuki konflik dengan menyerang tiga fasilitas nuklir Iran sebelum gencatan senjata mulai berlaku pada 24 Juni.

Baca Sumber Asli