Timur Tengah

Irak mengatakan penarikan pasukan koalisi pada 30 September akan menandai ‘transformasi bersejarah’

Tanggal asli: 22 Agustus 2026 18:25 Sumber: Anadolu Agency - Middle East
Irak mengatakan penarikan pasukan koalisi pada 30 September akan menandai ‘transformasi bersejarah’

Irak mengatakan pada hari Sabtu bahwa penarikan pasukan koalisi internasional pada tanggal 30 September akan mewakili “tonggak strategis dan transformasi bersejarah” bagi negara tersebut.

Sabah al-Numan, juru bicara panglima Angkatan Bersenjata Irak, mengatakan tanggal tersebut akan menandai “puncak dari pengorbanan jangka panjang dan perubahan besar dalam kedaulatan dan stabilitas Irak,” menurut Kantor Berita Irak (INA).

“Pemilihan tanggal penarikan pasukan koalisi dan akhir misi mereka bukanlah keputusan sembarangan,” kata al-Numan.

Dia mengatakan keputusan itu didasarkan pada kesiapan angkatan bersenjata dan badan keamanan Irak, yang menurutnya telah menunjukkan kemampuan mereka untuk mengendalikan wilayah, melawan ancaman dan mengelola keamanan nasional negara tersebut “sepenuhnya mandiri.”

Al-Numan mengatakan Irak telah menunjukkan kemampuannya untuk mengalahkan kelompok teroris dan mencegah penyebaran terorisme di wilayah tersebut dan sekitarnya.

Dia menambahkan bahwa penyelesaian penarikan pasukan akan membuka babak baru dalam hubungan Irak dengan negara-negara lain, termasuk kemitraan keamanan, ekonomi dan pelatihan berdasarkan rasa saling menghormati, kepentingan bersama, dan kedaulatan Irak.

Pernyataan itu muncul setelah Perdana Menteri Ali al-Zaidi mengatakan pada 12 Agustus bahwa tenggat waktu adalah 30 September untuk mengakhiri misi militer koalisi internasional dan menyelesaikan penarikan pasukannya.

“1 Oktober akan menandai hari baru dalam status negara Irak,” kata al-Zaidi dalam pertemuan dengan Komandan Komando Pusat AS Jenderal Brad Cooper, seraya menambahkan bahwa Irak akan bebas dari kehadiran militer asing.

Kedua belah pihak menegaskan kesepakatan mereka untuk mengakhiri misi militer koalisi, sementara hubungan Irak-AS akan beralih ke kerja sama ekonomi dan keamanan berdasarkan saling menghormati kedaulatan dan kepentingan bersama.

Koalisi internasional pimpinan AS didirikan pada tahun 2014 untuk melawan Daesh/ISIS setelah kelompok teroris tersebut merebut sebagian besar wilayah Irak dan negara tetangga Suriah.

​​​​​​​Irak mendeklarasikan kemenangan militer atas ISIS pada bulan Desember 2017 setelah merebut kembali wilayah yang dikuasai kelompok teror tersebut, sementara pasukan koalisi tetap berada di negara tersebut sebagai penasihat dan pelatihan atas permintaan Baghdad.

Baca Sumber Asli