Timur Tengah

Intelijen di balik serangan Israel terhadap pangkalan Suriah salah: utusan AS

Tanggal asli: 22 Agustus 2026 18:24 Sumber: TRT World
Intelijen di balik serangan Israel terhadap pangkalan Suriah salah: utusan AS

Duta Besar AS untuk Ankara Tom Barrack mengatakan informasi intelijen di balik serangan Israel terhadap pangkalan udara militer di Suriah utara salah.

Barrack, yang juga menjabat sebagai utusan khusus AS untuk Suriah dan Irak, mengomentari serangan udara Israel terhadap Pangkalan Udara Militer Abu al-Duhur yang ditinggalkan di provinsi Idlib timur.

Barrack mengatakan di media sosial bahwa dia tidak mengetahui alasan penyerangan itu dilakukan namun membagikan informasi yang dia terima mengenai kejadian tersebut.

Dia mengatakan Israel telah menerima informasi intelijen bahwa Türkiye mungkin memindahkan aset militer ke pangkalan udara tersebut dan telah berbagi informasi tersebut dengan Washington.

Amerika menyelidiki informasi intelijen tersebut, kata Barrack, seraya menambahkan bahwa lembaga-lembaganya menemukan bahwa klaim tersebut tidak benar.

“Kami berkonsultasi dengan badan intelijen kami, dan jawaban yang kami terima adalah klaim ini tidak benar,” kata Barrack.

Dia juga mengatakan mungkin ada “miskomunikasi” di antara tentara Israel, Mossad, dan Kantor Perdana Menteri.

Barrack menekankan bahwa baik AS maupun Turki tidak diberitahu sebelumnya mengenai serangan tersebut.

Dia menggambarkan tentara Turki sebagai tentara yang “kuat dan berani”, dan mengatakan bahwa mereka “dilengkapi dengan sangat baik dan mengetahui tugasnya dengan baik”.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan kantornya mengatakan tentara Turki berusaha membangun kehadiran di pangkalan tersebut dan mengerahkan instalasi militer untuk bergerak ke selatan.

Pesawat tempur Israel menyerang Pangkalan Udara Militer Abu al-Duhur yang ditinggalkan di Idlib timur. Belum ada informasi yang tersedia mengenai korban atau cedera.

Seorang pejabat Suriah mengatakan pesawat tempur Israel melakukan delapan serangan terhadap pangkalan tersebut, menargetkan landasan pacu dan bangunan tidak aktif di dalam hanggar.

Baca Sumber Asli