Dunia

PTI Pakistan meminta tindakan penghinaan atas pemindahan rumah sakit Imran Khan yang dipenjarakan

Tanggal asli: 22 Agustus 2026 18:13 Sumber: Al Jazeera English
PTI Pakistan meminta tindakan penghinaan atas pemindahan rumah sakit Imran Khan yang dipenjarakan

Partai Komunis Tiongkok melancarkan tindakan hukum setelah pihak berwenang membawa mantan perdana menteri ke ⁠rumah sakit pemerintah untuk pemeriksaan singkat ⁠sebelum mengembalikannya ke penjara.

Partai mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan telah mengajukan petisi penghinaan terhadap pemerintah setelah pihak berwenang mengirimnya ke rumah sakit yang dikelola negara dan bukannya ke fasilitas swasta yang diperintahkan oleh pengadilan tinggi, kata pejabat partai.

“Petisi tersebut meminta tindakan terhadap perdana menteri, menteri hukum, menteri informasi” dan pejabat pemerintah lainnya, kata Naeem Panjutha, penasihat hukum partai Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) yang mendukung Khan, pada hari Sabtu.

Dia mengatakan petisi tersebut juga menyerukan perawatan Khan di rumah sakit swasta yang diperintahkan oleh pengadilan.

Majelis hakim yang terdiri dari tiga hakim pada hari Selasa telah mengarahkan pemerintah untuk memindahkan Khan dari penjara Adiala ke Rumah Sakit Internasional Shifa di Islamabad dalam waktu dua hari untuk pemeriksaan medis setelah berulang kali muncul kekhawatiran tentang kesehatannya yang memburuk.

Para pejabat malah membawanya ke Institut Ilmu Pengetahuan Medis Pakistan (PIMS) yang dikelola pemerintah pada hari Jumat untuk pemeriksaan singkat sebelum mengembalikannya ke penjara, dan tidak memberinya akses ke dokter pribadinya, yang juga disebut oleh partai tersebut sebagai pelanggaran perintah pengadilan.

Pemerintah mengatakan evaluasi medis tidak menemukan adanya masalah yang memerlukan perawatan segera.

Namun PTI Khan menafsirkan perintah pengadilan tersebut mengharuskan Khan untuk tetap berada di bawah pengawasan medis hingga setidaknya pertengahan September. Pendukung Khan berbaris di jalan-jalan Islamabad dan berunjuk rasa di luar rumah sakit.

Khan, yang masih sangat populer di Pakistan, telah dipenjara sejak Agustus 2023 atas tuduhan yang menurutnya bermotif politik setelah perselisihan dengan militer negara itu yang menyebabkan dia dicopot dari jabatannya.

Penangkapannya memicu protes nasional, termasuk penyerbuan instalasi militer.

Adik perempuan Khan, Uzma Khan, yang menghadiri pemeriksaan di PIMS, mengatakan kepada wartawan bahwa meskipun saudara laki-lakinya sehat secara fisik, dia telah “berulang kali disiksa di penjara”.

Menteri Penerangan Pakistan Attaullah Tarar pada hari Jumat mengatakan Khan diperiksa di PIMS karena risiko keamanan di rumah sakit Shifa.

Para pemimpin PTI mengatakan insiden tersebut akan meningkatkan tekanan dan meningkatkan persiapan untuk demonstrasi yang direncanakan pada tanggal 27 September.

Baca Sumber Asli