MADRID, 21 Agustus 2026 (WAFA) — Spanyol mengecam pengumuman Israel mengenai tender baru untuk pelaksanaan proyek pemukiman ilegal “E1” di Tepi Barat, yang bertujuan untuk memisahkan Yerusalem Timur dari seluruh Tepi Barat yang diduduki, dan menyerukan pembatalannya.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Spanyol menegaskan bahwa pemukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki melanggar hukum internasional dan merupakan hambatan bagi perdamaian dan solusi dua negara. Pernyataan tersebut juga meminta Israel, sebagai kekuatan pendudukan, untuk membatalkan keputusannya dan memenuhi kewajiban internasionalnya.
Kementerian lebih lanjut mendesak komunitas internasional untuk memikul tanggung jawabnya dalam mendorong penerapan solusi dua negara, dan menekankan bahwa ini adalah satu-satunya cara untuk mencapai perdamaian yang adil dan abadi di kawasan.