Amerika tidak dapat mencapai tujuannya melalui tekanan ekonomi terhadap Teheran, kata Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada hari Selasa, beberapa hari setelah Washington meluncurkan kampanye sanksi baru terhadap Iran.
Pezeshkian menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan tiga jam di Bank Sentral Iran di Teheran dengan Menteri Ekonomi Ali Madanizadeh, Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati dan sekelompok ekonom, menurut kepresidenan Iran.
Pertemuan tersebut meninjau indikator moneter, valuta asing, dan keuangan Iran di tengah apa yang digambarkan Pezeshkian sebagai kondisi yang diciptakan oleh perang, blokade ekonomi, dan tekanan eksternal.
Ia menekankan perlunya menjaga stabilitas perekonomian dan menahan ekspektasi inflasi.
Pezeshkian mengatakan pengelolaan pasar-pasar utama, khususnya pasar mata uang dan moneter, memerlukan koordinasi yang erat antara pemerintah, Bank Sentral, dan lembaga ekonomi lainnya.
“Pendekatan kami adalah memahami dan menyelesaikan masalah melalui interaksi dan negosiasi, namun pada saat yang sama, kami telah berdiri dan akan terus berdiri teguh melawan tekanan ekonomi,” kata Pezeshkian.
Dia mengatakan AS gagal mencapai tujuannya selama perang karena perlawanan angkatan bersenjata Iran dan dukungan publik.
Pezeshkian berpendapat bahwa Washington juga “tidak akan memperoleh apa-apa” dari tekanan ekonomi.
Pada hari Senin, pemerintahan Trump meluncurkan “Operation Economic Outcast,” sebuah kampanye sanksi besar-besaran yang bertujuan untuk semakin mengisolasi Iran dari sistem keuangan global.
Menteri Keuangan .....selengkapnya