Menghapus Suriah dari daftar negara sponsor terorisme di AS adalah sebuah “langkah yang menentukan” dalam transisi negara tersebut dari isolasi menjadi kemitraan dan dari dipandang sebagai sumber terorisme menjadi mitra yang berkomitmen dalam memerangi terorisme, Utusan Khusus AS untuk Suriah Tom Barrack mengatakan pada hari Senin.
Barrack melontarkan pernyataan tersebut dalam sebuah postingan di perusahaan media sosial AS, X, setelah Departemen Luar Negeri AS secara resmi mengumumkan bahwa mereka telah menghapus Suriah dari daftar negara sponsor terorisme.
Dia menyebut keputusan tersebut sebagai “sebuah tonggak sejarah” dalam “visi berani Presiden AS Donald Trump untuk memberikan Suriah sebuah kesempatan,” dan memuji keputusan tersebut sebagai “sebuah langkah menentukan dalam perjalanan luar biasa Suriah dari isolasi menuju kemitraan, dan dari sumber terorisme menjadi mitra yang berkomitmen dalam perjuangan global melawan terorisme.”
Barrack mengatakan penunjukan tersebut berfungsi sebagai “tembok lain yang memisahkan rakyat Suriah dari investasi, usaha, dan peluang yang diperlukan untuk membangun kembali negara mereka,” dan menambahkan: “Hari ini, tembok lain akan runtuh.”
Dengan dihapuskannya sebutan tersebut, “modal dapat menggantikan konflik, perusahaan dapat menggantikan isolasi, dan perdagangan dapat terus menang atas kekacauan,” katanya.
Barrack, yang juga menjabat sebagai duta besar untuk Türkiye, mengatakan keputusan tersebut bukan sekadar pencabutan pembatasan namun merupakan “batu fondasi lain .....selengkapnya