Duta Besar Turki untuk Damaskus mengatakan pada hari Senin bahwa keputusan AS untuk menghapus Suriah dari daftar negara sponsor terorisme membuka jalan bagi “masa depan yang lebih cerah” bagi negara tersebut dan berkontribusi terhadap stabilitas regional.
“Rintangan terakhir yang menghalangi teman dan saudara kita, Suriah, untuk berintegrasi dengan dunia akhirnya telah dihilangkan,” kata Nuh Yilmaz di platform media sosial Amerika, X.
Yilmaz mengatakan penghapusan Suriah dari daftar Sponsor Terorisme Departemen Luar Negeri AS penting tidak hanya untuk normalisasi, stabilitas dan pembangunan negara tersebut tetapi juga untuk perdamaian dan stabilitas di seluruh kawasan.
“Saya mengucapkan selamat kepada semua pihak yang berkontribusi terhadap keputusan tersebut,” ujarnya. “Saya berharap keputusan ini, yang menjanjikan masa depan cerah bagi Suriah, akan membawa manfaat bagi seluruh rakyat Suriah dan negara Suriah.”
Suriah tidak lagi tunduk pada larangan berdasarkan Peraturan Sanksi Pemerintah Daftar Terorisme, menurut Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri Departemen Keuangan.
Suriah telah memegang gelar tersebut sejak tahun 1979, status yang hanya dimiliki oleh Kuba, Korea Utara, dan Iran. Label terorisme memberikan hambatan besar terhadap bantuan keamanan, transaksi keuangan, dan investasi asing.
Presiden Ahmad al-Sharaa melakukan kunjungan bersejarah ke Gedung Putih pada bulan November lalu, yang merupakan kunjungan bersejarah pertama yang dilakukan pemimpin Suriah sejak negara .....selengkapnya