Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) pada hari Selasa meminta komunitas internasional untuk bertindak “segera dan tegas” untuk menjaga Pusat Pelatihan Qalandia di utara Yerusalem setelah pasukan keamanan Israel menggerebek fasilitas tersebut.
“Hari ini sekitar pukul 10.00, Pasukan Keamanan Israel secara paksa memasuki” pusat di Yerusalem Timur yang diduduki, kata UNRWA dalam sebuah pernyataan.
Setidaknya empat kendaraan lapis baja memasuki lokasi, didampingi lebih dari 50 personel keamanan Israel, tambahnya.
Sekitar 20 anggota staf UNRWA hadir di lokasi pada saat kejadian, kata badan tersebut.
“Masuknya pasukan keamanan bersenjata ke fasilitas PBB, tanpa izin atau persetujuan PBB, tidak dapat diterima,” tambahnya.
Sebelumnya pada hari Selasa, tentara Israel melakukan penggerebekan di desa Kafr Aqab dan kamp pengungsi Qalandia di utara Yerusalem, memaksa staf badan tersebut untuk mengosongkan pusat pelatihan.
Pasukan Israel juga mengeluarkan peringatan pembongkaran beberapa bangunan Palestina di daerah tersebut.
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir membual tentang penggerebekan di pusat pelatihan tersebut, sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dia secara langsung memerintahkan operasi tersebut, melanggar perlindungan PBB dan peringatan internasional.
Penggerebekan itu terjadi sehari setelah perwakilan dari 49 misi diplomatik yang terakreditasi untuk Negara Palestina mengunjungi pusat tersebut untuk menilai kondisi yang dihadapi pengungsi dan pembatasan Israel terhadap pekerjaan badan .....selengkapnya