New York, 27 Agustus (QNA) - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Kamis memperingatkan bahwa wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo berkembang pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, melampaui upaya pembendungan.
Guterres mengatakan kesenjangan pendanaan membuat respons ini semakin sulit, mengingat lebih dari USD 80 juta telah dialokasikan untuk mendukung mitra respons PBB.
PBB telah meluncurkan rencana respons senilai USD 2,13 miliar. Guterres menekankan bahwa Ebola dapat diatasi dan nyawa dapat diselamatkan, namun ia menyerukan perhatian internasional, komitmen politik, dan sumber daya yang lebih besar.
Dia menggambarkan wabah ini sebagai tragedi kemanusiaan besar yang berdampak pada keluarga dan komunitas di salah satu lingkungan paling rentan di dunia.
Republik Demokratik Kongo mendeklarasikan wabah Ebola yang ke-17 pada tanggal 15 Mei, dengan penyebaran virus ini terutama di wilayah utara dan timur, dimana layanan kesehatan yang lemah dan konflik bersenjata yang sedang berlangsung menimbulkan tantangan besar. (QNA)