VALLETTA, 26 Agustus 2026 (WAFA) -- Republik Malta pada Rabu mengutuk rencana kolonial Israel E1 di Tepi Barat yang diduduki, kata Duta Besar Palestina untuk Malta Fadi Hanania usai pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Malta Chris Fearne.
Hanania menegaskan Malta mengutuk rencana kolonial tersebut dan terus mendukung rakyat Palestina sesuai dengan resolusi internasional yang bertujuan menerapkan solusi dua negara untuk menjamin stabilitas di kawasan.
Sementara itu, Fearne mengatakan Malta telah bergabung dalam Pernyataan Pemimpin mengenai rencana kolonial Israel di kawasan E1 Tepi Barat, yang meminta pemerintah Israel untuk segera menarik rencana tersebut dan menghentikan ekspansi kolonial.
Menlu Malta menambahkan, Malta sangat menentang koloni ilegal Israel dan mendukung pemberlakuan pembatasan perdagangan terhadap produk yang berasal dari koloni Israel.
Fearne mengatakan Malta akan memberikan bantuan keuangan tambahan untuk sektor kesehatan dan organisasi kemanusiaan, serta kesempatan pendidikan bagi pemuda Palestina.
Dalam pertemuan tersebut, Duta Besar Hanania memberi pengarahan kepada Fearne mengenai perkembangan terkini di wilayah Palestina, memperingatkan akan eskalasi berbahaya yang dilakukan oleh pendudukan Israel, termasuk meningkatnya serangan oleh penjajah Israel terhadap rakyat Palestina dan harta benda mereka di bawah perlindungan pasukan pendudukan Israel, serta ekspansi kolonial dan perampasan tanah.
Dia menyoroti bahaya penerapan proyek kolonial E1, yang berupaya melemahkan kesatuan wilayah Negara .....selengkapnya
