Israel telah menyita fasilitas besar terakhir milik Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Yerusalem Timur yang diduduki, sementara badan tersebut terus memberikan layanan di seluruh Tepi Barat meskipun ada tekanan kuat dari Israel, kata Direktur Tepi Barat UNRWA Roland Friedrich kepada Anadolu, Kamis.
Friedrich mengatakan Israel telah “menutup enam sekolah UNRWA dan dua pusat kesehatan serta menghancurkan markas utama badan tersebut di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur yang diduduki.”
“Israel menyita fasilitas besar terakhir yang tersisa untuk UNRWA di Yerusalem Timur dan merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional,” katanya, mengacu pada Pusat Pelatihan Kejuruan Qalandia, yang disita pada hari Selasa.
Israel telah menduduki Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, sejak tahun 1967 dan melanggar resolusi PBB.
UNRWA mengoperasikan tiga pusat pelatihan kejuruan lainnya di Tepi Barat, sementara Qalandia adalah pusat pelatihan teknis dan kejuruan tertua di wilayah tersebut, kata Friedrich.
“Pusat ini telah beroperasi sejak tahun 1952 dan mengkhususkan diri dalam pelatihan kejuruan bagi pengungsi muda Palestina dari kamp-kamp di Tepi Barat,” tambahnya.
“Kami menerima 340 generasi muda setiap tahun, berusia 15 hingga 19 tahun, dan melatih mereka sebagai tukang kayu, mekanik mobil, dan desainer grafis, sehingga memberi mereka keterampilan yang mereka butuhkan untuk sukses di pasar tenaga kerja,” .....selengkapnya
